Oleh: Agus Sudibyo | Maret 11, 2008

Masuknya Kader Partai ke TVRI Diduga Untuk Kepentingan Politik

Minggu, 27 Agustus 2006 | 01:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan pengamat media menilai masuknya dua kader partai berkuasa di Televisi Republik Indonesia dinilai berisiko tinggi timbulnya kegagalan peran stasiun televisi pelat merah tersebut menjadi lembaga penyiaran publik.

“Sangar riskan dan mengganggu langkah itu karena bisa membuat (TVRI) jadi alat politik,” ujar peneliti media Agus Sudibyo kepada Tempo.

Kamis lalu, pemerintah melantik Ketua Departemen Perhubungan, Telekomunikasi, dan Informasi Partai Golongan Karya Mayor Jenderal (Purnawirawan) I Gde Nyoman Arsana sebagai Direktur Utama TVRI. Pengurus Blora Center (lembaga yang menjadi tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dan organisasi Pemuda Demokrat Rully Charmeianto Iswachyudi, dilantik sebagai direktur program dan berita.

Menurut Agus, TVRI sebagai lembaga penyiaran publik harus benar-benar bersih dari unsur-unsur politik dan bisnis. Intervensi politis, dapat mengarahkan TVRI menjadi organ politik. Sedangkan unsur bisnis dapat merusak orientasi TVRI sehingga lebih membela pemilik modal. “Berani membela yang bayar,” ujarnya.

Pergeseran TVRI menjadi alat politik, Agus menambahkan, merupakan salah satu potensi bahaya terbesar yang menghadang TVRI. Bahaya lainnya, tidak dapat menahan diri untuk menyajikan siaran-siaran seperti televisi komersial yang hanya berisi hiburan dan informasi.

Pengamat media Veven S.P Wardhana juga mencium adanya kepentingan untuk mempolitisasi TVRI seperti era orde baru. “Namun sekarang pakai jubah, misalnya demi publik dalam kepentingan politik,” ujarnya.

Harun Mahbub


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: