Oleh: Agus Sudibyo | Juni 3, 2008

Rating Jadi Momok Jurnalis Televisi, Acara berkualitas rating-nya jeblok

Koran Tempo, Jum’at, 30 Mei 2008

JAKARTA – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menilai peringkat acara menjadi momok bagi jurnalis lantaran manajemen stasiun televisi menjadikan rating sebagai patokan pemasukan iklan.

Menurut Ketua IJTI Imam Wahyudi, sering terjadi pertentangan antara redaksi dan program lain akibat rating versi lembaga riset memacu manajemen semakin berlomba mengejar rating. Akhirnya, program berita tak mendapat perhatian karena rating-nya tak bagus.

“Ini jadi teror bagi jurnalis, jadi perlu ada riset penyeimbang untuk program yang berkualitas,” katanya dalam “Seminar Riset Publik Menuju Televisi Ramah Keluarga” di kampus Stikom London School, Jakarta, kemarin. Seminar ini membahas hasil survei kualitatif program televisi yang dilakukan oleh Yayasan Science Etika Teknologi (SET), TIFA, IJTI, The Habibie Center, dan London School Public Relations.

Hasil riset menunjukkan, program yang berkualitas justru rating-nya jeblok. Penelitian ini melibatkan 191 responden di 11 kota di Indonesia. Hasilnya, acara talk show “Kick Andy” di stasiun Metro TV dan acara berita “Liputan 6” di SCTV paling berkualitas. “Program yang paling berkualitas didominasi program berita reguler dan talk show,” ucap Koordinator Pelaksana Rating Publik Agus Sudibyo dalam seminar itu.

“Kick Andy” dinilai berkualitas oleh 90 responden (47,12 persen), “Liputan 6” menempati urutan kedua dengan 10,99 persen, “Si Bolang” 2,62 persen, dan “Metro Realitas” 2,09 persen. Empat program ini dalam rating AGB Nielsen menempati rating rendah. “Kick Andy” rating-nya 1,2, “Liputan 6” 4,7, “Si Bolang” 3, dan “Metro Realitas” 0,5.

Adapun dari hasil rating public, program yang punya rating dan share tertinggi masih didominasi program hiburan.

Pemimpin Redaksi Metro TV Andy F. Noya–juga host “Kick Andy”–bangga dengan hasil rating ini. Menurut dia, program yang berkualitas tak bergantung pada rating. “Rating tak mencerminkan kualitas acara,” katanya. Maka, ia berkeras mengambil jalur program yang tak populer oleh rating. Andy pun mengaku yakin, meski rating tak tinggi, tetap ada pengiklan.

Adapun aktivis perempuan, Nurul Arifin, juga mengaku prihatin dengan tayangan televisi yang dikuasai oleh rating dan iklan sehingga industri televisi berlomba membuat acara yang seragam, seperti sinetron. “Padahal isinya tak mendidik dan menawarkan kekerasan,” ujarnya dalam seminar itu.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Fetty Fajriati menilai rating masih diperlukan sebagai acuan industri untuk kelanjutan program dan iklan. Tapi ia mengingatkan dampak negatif jika televisi terlalu terpaku pada rating. “Akan membuat program jadi homogen karena berlomba-lomba membuat acara yang sama,” katanya.

Fetty pun mendukung lembaga rating lainnya, termasuk hasil riset yang dilakukan Yayasan SET. Tujuannya bukan untuk menyaingi AGB Nielsen, melainkan untuk memperoleh hasil penelitian yang bisa meningkatkan kualitas acara. Dian Yuliastuti


Responses

  1. sy sangat setuju dengan apa yang telah di bicarakan di atas. saya tidak memungkiri memang lebih menarik menonton acara hiburan dari pada acara yang berbau pendidikan atau informasi. saya mahasiswa penyiaran di salah satu universitas negeri di Bandung. saya mempunyai unek-unek yang sudah lama saya pendam sendiri. teringat dengan mata kuliah pengantar broadcasting bahwa acara yang boleh disiarkan mempunyai 3 syarat, yaitu : informatif, edukatif, dan menghibur. acara yang mengandung tiga hal tadi lah yang pantas untuk disiarkan. semoga acara pertelevisian di indonesia semakin berkualitas. terimakasih..

  2. […] [2]   https://agussudibyo.wordpress.com/2008/06/03/rating-jadi-momok-jurnalis-televisi-acara-berkualitas-ra… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: