Oleh: Agus Sudibyo | November 17, 2008

Seleksi Anggota Komisi Informasi Harus Transparan

Jumat, 14 November 2008

Jakarta – Komisi Informasi menjadi faktor kunci dalam proses implementasi di Undang Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik. Anggota Komisi Informasi harus berkualitas, profesional dan independen. Untuk itu, dalam rekruitmen anggota Komisi Informasi harus transparan, jelas dan bisa mewakili rakyat.

Hal itu terungkap dalam diskusi “Pembentukan Komisi Informasi yang Independen, Sejauhmana Peluangnya?” di Jakarta, Kamis (12/11). Diskusi yang digelar Yayasan Sanins Estetika dan Teknologi (SET) ini menampilkan pembicara Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Abdillah Thoha, Anggota Tim Panitia Seleksi Komisi Informasi Tarman Azam, dan Direktur Yayasan SET, Agus Sudibyo.

Menurut Agus Sudibyo, proses seleksi anggota Komisi Informasi yang tengah berlangsung di tingkat panitia seleksi dilakukan secara transparan. Menurutnya, proses seleksi tidak jelas, mana calon anggota yang mewakili rakyat mana anggota yang mewakili pemerintah sehingga terlihat misterius.

“Ini bahaya, bahayanya jika disusupi orang-orang yang hanya mencari kerja dan orang yang ditempatkan birokrasi dan militer karena mereka punya kepentingan,” jelasnya.

Untuk itu, katanya, tim seleksi harus mampu mendorong pemerintah untuk menngumumkan siapa saja anggota yang merupakan wakil pemerintah. Dia menegaskan, Komisi Informasi tidak boleh disusupi orang yang berpikir konservatif. Sebaiknya, kata Agus tim seleksi juga membuka diri dengan tidak hanya memberikan nama tapi juga data diri yang lebih jelas.

Anggota Tim Panitia Seleksi Komisi Informasi Tarman Azam mengatakan, waktu lima hari sudah cukup bagi masyarakat untuk melakukan uji publik. Asalkan, masyarakat memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik. Yang terpenting, katanya, dalam hal seleksi anggota Komisi Informasi harus melibatkan partisipasi masyarakat.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Abdillah Toha berharap siapa yang duduk dan bergabung di komisi informasi harus mempunyai inisiatif, keberanian dan memikirkan kepentingan publik.

Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk memilih yang terbaik dari yang baik, dengan langkah seleksi yang publik juga harus mengikuti, mengawasi dan memberikan masukan. “Mudah-mudahan kita memilih yang terbaik dari yang baik,” harapnya.

(ninuk cucu suwanti)

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0811/14/pol08.html


Responses

  1. Salam,

    Bagaimana Perkembangan terakhir soal Komisi Informasi mas. Teman-teman di daerah tertinggal terus informasinya.

    Moga-moga “kita” gak terlena membiarkan Komisi itu menjadi lembaga baru yang justru menyulitkan warganyamendapatkan informasi. Trims ya..

    Salam,

    Yhannu Setyawan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: