Oleh: Agus Sudibyo | Juni 25, 2009

Sedikit TV yang Tayangkan Program Anak Berkualitas

Suara Pembaruan, 19 Juni 2009

[BANDUNG] Dua stasiun televisi yang berada di bawah satu atap Trans 7 dan Trans TV diapresiasi sebagai lembaga penyiaran yang peduli anak-anak. Keduanya menayangkan program anak-anak yang berkualitas.

“Secara kualitas, memang masih bisa diperdebatkan, tapi kami sangat mengapresiasi perhatiannya,” kata Deputi Direktur Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) Agus Sudibyo dalam seminar Rating Publik: Menuju Televisi Ramah Keluarga di Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (18/6).

Dalam kegiatan Rating Publik Ke-4 yang dilakukan pihaknya, Agus memaparkan, hanya dua stasiun televisi tersebut yang dianggap masyarakat menayangkan program anak-anak berkualitas. Masing-masing program itu, yaitu Si Bolang, Laptop Si Unyil, Jalan Sesama, Dunia Air (Trans 7), dan Surat Sahabat (Trans TV).

Penelitian yang dilakukan dari tanggal 7-13 April 2009 ini melibatkan 220 orang responden dan Jaringan Masyarakat Pemerhati Televisi yang tersebar di 11 kota, mulai dari Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, Batam, Palembang, sampai Pontianak. “Responden dalam survei ini adalah mereka yang dipandang mengetahui televisi dan dapat menilai secara kritis program-program televisi,” katanya.

Program anak-anak yang dianggap paling tidak berkualitas tersebar di beberapa stasiun televisi lain. Program-program itu, antara lain Crayon Sinchan, Tom and Jerry (RCTI), Naruto (Global TV), Bleach, dan Power Ranger (Indosiar). “Itu lima yang menonjol. Masih ada 43 lainnya. Patut dipertimbangkan, kalau (anak) menonton sebaiknya ditemani. Kalau ada adegan pukul-pukulan, matikan saja,” ujar dia.

Bersamaan dengan pengumuman itu, Agus juga meminta agar para pengiklan mempertimbangkan program-program mana saja yang sebaiknya dihindari dalam pemasangan iklan. “Masa sebuah produk ternama dan berkelas mau memasang iklan di program yang tidak berkualitas,” ujarnya.

Para responden juga memberi predikat program televisi terburuk untuk program Suami-Suami Takut Istri (Trans TV), Muslimah, Inayah (Indosiar), Curhat Dengan Anjasmara (TPI), Ronaldowati (TPI), dan Termehek-Mehek (Trans TV). Meski dianggap kualitasnya buruk, rating pada program-program tersebut bisa dibilang cukup baik.

Program Terbaik

Menurut Agus, sebaiknya pengiklan jangan hanya memperhatikan rating saja untuk memasang iklan pada sebuah program televisi. Karena semakin besar rating atau jumlah penonton program acara dalam periode waktu tertentu, belum berarti program itu berkualitas. “Departemen Pendidikan malah memasang iklan di program-program itu,” terangnya.

Responden juga mengapresiasi lima program televisi terbaik, seperti Kick Andy (Metro TV), Apa Kabar Indonesia Malam (TV One), Liputan 6 Petang (SCTV), Seputar Indonesia (RCTI) dan Bocah Petualang (Trans 7). Sedangkan, lima program televisi yang paling banyak penontonnya adalah Cinta Fitri Season 3 (SCTV), Termehek-Mehek (Trans TV), Me VS Mom (Trans TV), Dewi (RCTI), dan Jika Aku Menjadi (Trans TV). “Tidak semua yang banyak penontonnya itu baik atau berkualitas,” tegas Agus.

Hal senada disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Deddy Mulyana. Menurutnya, rating itu bukan menunjukkan kualitas acara televisi yang ditayangkan. “Mutu program televisi itu paling layak diteliti secara kualitatif khususnya lewat suatu pendekatan kritis,” katanya.

Terkait isi siaran, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Barat, Dadang Rahmat mengatakan, idealnya isi siaran dari lembaga penyiaran itu memberikan informasi yang benar, tepat, membimbing, mencerahkan, dan menghibur secara sehat.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Imam Wahyudi mengungkapkan, pemberian informasi terhadap publik atau masyarakat itu sudah menjadi tanggung jawab dari lembaga penyiaran. “Karena mereka menggunakan frekuensi sebagai medianya. Frekuensi itu termasuk ke dalam ranah publik, milik kita semua. Makanya, meski rating program berita buruk, sudah seharusnya program itu tetap ada sebagai pertanggungjawaban ke publik,” ungkapnya. [153]

http://suarapembaruan.com/News/2009/06/19/index.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: